Tante ku yang semok merenggut perjaka ku

2656 views
Tante ku yang semok merenggut perjaka ku

Tante ku yang semok merenggut perjaka ku

Cerita Dewasa – Namaku Andi, umurku sekarang 25 tahun. Kisah ini terjadi pas aku masih SMA kelas satu, Saat itu aku sedang berlibur di rumah nenek ku dan tante ku juga tinggal disana. Tante ku adalah seorang ibu rumah tangga, orang nya lembut, putih, anggun dan tinggi nya sekitar 160cm. saat itu dia masih berumur 29. Aku sendiri dengan tante ku memang sudah akrab karena pas kecil dia sering menjaga ku.

Suatu pagi, aku dibangunin nenek ku di suruh mandi. Setelah membangunkan ku nenek ku pun pergi ke rumah tetangga untuk mengobrol disana. Aku pun beranjak mau ke kamar mandi, Setengah jalan eh, tante ku memanggil “Di, mandi nya di sungai aja sekalian temani tante nyuci baju, dirumah lagi mati air nih” Aku pun hanya mengiyakan. Jarak sungai dari rumah kami pun tidak jauh, kami biasa memotong lewat jalan belakang.

Sesampai di sungai, Rupanya ada tetanga kami yang juga mandi di sungai, namanya sunny umur nya sekitaran 27 dan memliki body yang cukup seksi juga. “tumben mandi ke sungai di” katanya.
“iya ni, disuruh tante kata nya sekalian temani nyuci”
“nyuci juga sun, kok ga ajak tadi?” sambung tante ku
“iya ni, sudah dari tadi sih” …. saat itu sunny memakai selendang tipis yang menonjolkan lekuk tubuhnya yang bohay,jelas terlihat dua buah toketnya yang sangat besar.

Sunny pun membelakangi kami untuk melepaskan selendang nya dan mengusap badan nya dengan handuk. aku pun bisa dengan jelas melihat badan nya yang bugil dari belakang dan tampak bokong nya yang padat dan kenyal. Aku hanya duduk sambil membasuk pakaian sekali mengintip intip ke samping.

“kapan kamu datang liburan ke sini di,” tanya nya sambil memiringkan badan nya. Sontak saja aku terkejut melihat ke dua buah dada nya yang sangat menggiurkan dari samping. “eehhh, ini anu baru kemarin saja datang nya”
“kok melamun di? jangan melamun dong di sungai”
” iya sun, lagi ga konsen tadi.. hehe” Bibiku kemudian balik ke rumah karena ada baju yang ketinggalan untuk dicuci. tiba tiba sunny menyiramku dengan air “sini di, aku mandiin haha” Aku pun menyiram balik dan kami pun bermain air. “sudah di sudah, aku sudah mandi ni” aku pun menghentikan siraman ku, eh tiba tiba dia datang kembali dengan satu ember air penuh dan menyiramkan ke badan ku.

Aku yang kaget dengan siraman nya secara reflek lompat ke arah nya dan memeluknya, tanpa sadar tangan ku satu berpegang pada payudara nya yang besar itu. dia diam saja dan aku pun melepaskan pelukan ku. “yah, terpaksa mandi lagi ni, badan sudah terlanjur basah kuyub, gara gara kamu tuhh” Aku pun tertawa geli, dicubitnya pinggang ku, “aduuhh sakit tau” kataku. dia pun tertawa juga melihatku.

Kemudian kita pun ke tepi sungai untuk mengambil handuk dan mengkeringkan badan. Di ikatkan nya handuk itu di pinggang kemudian duduk tepat di depanku dan di turunkannya celana dalamnya, karena ikatannya kurang kuat setelah celana dalamnya berhasil melewati kaki indahnya handuk itupun ikut terbuka sehingga isi selangkanganya terpampang di depanku.

“Eeehhh” katanya sambil menutupi memek nya dengan tangan nya. Aku hanya tersenyum. “kamu lihat ya?” katanya sambil menendang kaki ku, lalu di usap kan handuk nya di selangkahan nya yang masih basah. Aku memandang lagi ke arahnya, Tampaknya dia nyaman2 saja diperhatikan oleh ku dengan keadaan setengah bugil, hanya duah buah toket nya yang tertutup handuk.

Aku pun meledek nya “kok bau ya” sambil menutup hidung
“udah wangi lagi nih, coba cium” katanya sambil menarik mukaku dan menempelkannya pada memeknya yang telah ditutupi salah satu tangannya. Aku pun menyingkirkan tangan nya yang menutupi memeknya. “kok ga ada rambut, dicukur ya..” sambil ku belai rambut bawah nya yang tipis. dia hanya tersenyum.
“kenapa, berani cium gak,, 10ribu deh kalau berani” dibuka kedua kakinya lebar sambil menantang, memeknya terlihat sanggat menggairahkan.

“deall..”jawabku sambil jongkok dan memajukan muka ku ke arah memek nya, ku buka bibir memeknya dengan pelan2 dan ku elus elus memeknya yang sangat menggiurkan. kemudian aku menjulurkan lidahku dan menjilat memeknya dengan lembut, ia tampak geli, desahan nya membuat ku semakin nakal mejilatinya.
“Ihh pelan pelan dong” katanya sambil melihat ke kanan dan ke kiri. Kurang lebih 15 detik aku pun menghentikan jilatanku dan menarik mukaku.
“Mana ni 10ribunya”
“Nanti ya dirumah, kan aku ga bawa dompet kesini” Kemudian dia pun pulang, Padahal aku masih sangat bergairah dan belum puas menjilati memeknya.

Tante ku akhirnya kembali dan melanjutkan cuciannya, aku hanya berendam di dalam air sambil memikirkan memek sunny yang sangat mulus itu. Sedang asyik melihat tante ku mencuci, tiba tiba tanteku mengangkat daster nya karena basah. Nampak paha nya yang mulus.

“tan, celana dalam nya bolong nihh.. ”
“masa? masih baru loh padahal itu” sambil mengambil celana dalam yang kuberikan. Kemudian melanjutkan mencuci baju dengan menunduk didepanku, sehingga nampak teteknya yang menyembul di antara belahan nya.

“Sini lepasin kolor mu di, sekalian tante cuciin”
“waduh tan, ga bawa kolor ganti ni” tante ku hanya diam dan aku pun melepaskan kolorku.
“Sudah lama ga mandi bareng ya tan?” Ia hanya tersenyum
Cucian pun siap dan aku menaruh ember cucian nya di tepi, Tante ku pun melepas daster nya dan bersiap siap untuk mandi. Nampak teteknya yang bersih, mulus, besar, walaupun masih kalah dengan punya nya sunny.
“tan.. lihat memeknya dong” ia melengos dan menutupi pangkal pahanya dengan tangan, aku menarik tangannya terlihat rambut-rambut tipis berada di tengah

“Hiii… bulunya habis dicukur ya tan…” ia tersenyum geli, ia kemudian menggeser duduknya sehinga tepat didepanku
“Kok tahu…. bagus kan” sambil membelai rambut pubis itu bangga
“tahu dong… emang kenapa dicukur tan?”
“Nggak pa pa sih di, cuma lagi pingin aja … kalo mau dateng bulan biasa aku potong, kalo gak yah di cabut pake lilin, kalo rapi kan sehat….” Kakinya yang rapat membuat aku hanya kebagian melihat rambutnya saja.

“Andi lihat memeknya dong tan….” Kataku sambil mengelus elus pahanya, tangannya menghela tanganku dari pahanya. Namun aku kembali mengelusnya setelah itu dia melihat tajam kepadaku, pelan-pelan tanganku berhasil menggeser satu kakinya sehingga memeknya sedikit terlihat.
“Wah masih sama kaya dulu ya.. walaupun dah punya anak masih terlihat kenceng punya tante” ia tersenyum mendengar omonganku dan membiarkan aku melihat seluruh isi memeknya, tanganku mulai membelai memeknya pelan kemudian mengusap-usapnya.

“Jangan nakal ah.. geli..” aku tetap saja mengelus elusnya
“Mandi sana.” Tangannya mendorong mukaku sehingga aku terjatuh, dia kemudian berjalan kearah air yang lebih dalam kemudian berendam.
“Di tolong ambilin sabun donk…” aku pun langsung duduk mendekatinya dan mengacungkan sabun, ditariknya tanganku sehingga aku jatuh, dia tersenyum dan aku kemudian membalas nya dengan menyiramkan air kemukanya. setelah beberapa saat bercanda di dalam air, ia pun naik ke sebuah batu untuk membersihkan diri dengan sabun. Dengan menghadap kepadaku ia mulai meletakkan sabunnya dileher jenjangnya, pelan pelan turun ke teteknya, kemudian ke tangan dan kakinya dan berahir pada memeknya setelah itu dia kemudian menggosok badannya untuk memperbanyak busa. Aku keluar dari air dan duduk di sampingnya dia langsung menggosokkan sabun keseluruh tubuhku dari muka sampai ke kaki, dengan santai ia menggosokkan sabun pada penisku juga.

“Dah gede ya kamu di, sudah ada bulunya..” Aku hanya tersenyum
ia kemudian membalikkan badannya dan berdiri sambil memintaku menggosok punggung dan bokongnya yang belum kena sabun, waktu mengosok bokongnya pelan-pelan tanganku ku senggolkan ke memeknya. Namun dia hanya cuek saja dengan terus asik menggosok tubuhnya dengan sabun, aku mulai nakal dan memberanikan diri untuk mengusap kedua teteknya dari belakang.. Kemudian ia membalikkan badan nya, membiarkan aku mengusap usap payudaranya dan seluruh tubuhnya sementara dia mengelus kakiku dan sesekali mengusap penisku.

”Di bersihin donk burungnya, nih masih ada kotorannya” katanya sambil mengelus penisku mesra aku hanya diam keenakan. Kemudian dia berbaring di atas batu, aku pun duduk disamping nya sambil mengelus memeknya dan menyiramkan air.
“Dah jangan main itu terus ah geli …” ia tersenyum menutupkan kakinya aku kemudian menarik kakinya sehingga kini tubuhku berada diantara kakinya. tanganku mulai menggosok-gosok lagi kali ini jariku yang mulai masuk ke memeknya.
“Geli ah geli.. “tanganku kali ini berhasil diusirnya, tanpa sadar dia melihat burung ku yang sudah berdiri tegak dan kokoh.
“ waduh burungmu sudah berdiri ni di…” dielusnya burungku pelan pelan, semakin lama burungku semakin besar karena tak tahan akan elusan tante ku.
“Kamu dah pernah ngimpi basah ya.. “ tanya nya, Aku hanya mengangguk.
“ tan.. kamu gak lagi mens kan?” ia tersenyum kemudian membimbing tanganku pada dadanya
“Sini tante ajarin ngelonin cewek…” aku mengikuti saja bimbingan tangannya mengelus pelan teteknya kemudian melintir putingnya.
“yang mesra donk di anggep aja aku cewekmu “ dia kemudian mencium pipiku dan mendorong mukaku ke teteknya, aku ciumi semua bagian teteknya kemudian menghisap pelan putingnya, ada air keluar dari susunya aku makin keras menyedotnya sementara tante mengusap kepalaku sambil merem menikmatinya. Kemudian aku menjilati perut dan turun ke rambut memeknya, ke paha kemudian menengelamkan mukaku ke memeknya, namun tangan tante mencegahnya.

“Kamu gak papa di?” katanya pelan “Gak papa kok tan, sekalian buat pengalaman jawab ku

Tante ku yang semok merenggut perjaka ku

“ia kemudian menyiramkan air ke memeknya setelah itu kucium dan kujilati memeknya beberapa saat, sementara tanganku dibimbing untuk tetap mengelus dadanya. dia rupanya terangsang dengan jilatanku, erangan-erangan kecil dan tekanan tangannya pada rambutku mengisyaratkan dia sudah mulai terangsang. Merasa cukup ku hentikan jilatanku kemudian duduk di depannya dia kemudian melek sambil mengelus dan memutar mutan burungku.

“Enak kan…?” ucapnya manja, aku kemudian berdiri, penisku tepat berada di mukanya, beberapa saat dia diam kemudian ia menutup mata dan mencium penisku
“Kalo jijik gak usah di emut …” ia melepaskan mukanya dan kembali mengocok dengan tangannya.
Ia kemudian duduk diatas batu sambil meminta aku memasukkan penis ke memeknya
“ Di gesek aja ya, jangan dimasukkan.. punya pamanmu nih..” aku kemudian menggesekkan penis ke memeknya sementara tanganku memijit teteknya.
“tan, sekalian masukkin ya.. Andi sudah ga tahan nihh..” sambil memasukkan tanganku ke memeknya.
“Jangan di, nanti sama pacarmu saja, kasihan perjakamu…” Namun aku tetap mencoba memasukkannya pada memeknya dua kali mencoba ternyata penisku belum bisa tembus juga, tanteku tersenyum geli .

“Tuh kan gak bisa, sini…” ditariknya penisku, di elus kemudian dimasukkan dalam memeknya, rasanya sempit sekali memeknya, baru setengah penis masuk tante ku mengeluarkan kembali penisku.
“Susah kan… makanya pelan pelan” ia kembali memasukkan, kali ini lebih dalam, ia kembali menarik tubuhnya sehingga penisku lepas. Tanganya lepas dari penisku, tanganku yang mau mengarahkan penisku di tariknya menandakan dia pingin aku memasukkan tanpa bantuan.
Dua kali mencoba tidak berhasil lagi akhirnya tanteku yang memajukan memeknya, sekali maju langsung masuk,

“uh…. Enak tan …” ia kemudian menggoyang pinggulnya memberikan tekanan keluar masuk pada penisku, aku merem melek menahan enak sambil membantunya mengelus tubuhnya,
“Ayo bagianmu…” ia kemudian pasif membiarkan aku melakukan keinginanku ku. Aku masukkan sampai semua penisku masuk kemudian bergerak pelan semakin lama semakin cepat menggoyang maju mundur.
“Bagus di.. ayo.. ah…. ah… terus sayang….” aku menurutinya beberapa saat dia meminta aku mengganti posisi kini dia menungging di depanku dengan sigap kumasukkan penisku berulang ulang.

‘oh yes … enak tan… enak….” Lima menit kemudian ia memintaku duduk dia berdiri dihadapanku memeknya kuciumi sebentar kemudian dia menduduki kakiku, “ayo aku dah mau nyampe… kamu mau nemenin kan…” dia kemudian memasukkan memeknya dan bergerak turun naik sementara muka dan tanganku memegang teteknya
“Tan…. Jangan cepet-cepet aku gak kuat nanti…”
“Ayo sayang … tane juga gak lama lagi ..” aku melepas tangan dari susunya dan berkonsentrasi menahan goyangan maut memek tanteku..
“uh.. ah… “ bergantian kami mengucapkannya “Stop tan… aku mau keluar …” aliran-aliran listrik seakan menjalar ditubuhku.. tante ku melepaskan memeknya, kemudian mengocok penisku dalam hitungan ke lima air maniku langsung nembak keluar
“crot,,crott,,” Aku lemas sambil menghisap tetek tanteku, aku mengatur nafas setelah berhasil mencapai puncak
“Wiih enak banget tan..” kataku, ia tersenyum dan mencium pipiku sambil mengelus-elus teteknya, setelah beberapa istirahat, tanteku menyiramkan air ke mukaku.
“udah mandi yuk…” aku menarik tangannya
“Makasih ya tan… maaf kebablasan” ia hanya tersenyum.

“Ayo tan, andi bantu nyampe puncak..” kataku sambil mengelus memeknya, aku kemudian mencium tetek kemudian memeknya, aku kemudian memasukkan jariku pada memeknya ia merem melek kemudian aku memasukkan berkali-kali dan menggelitik memeknya, ia benar-benar terangsang. Tangannya memegang penisku yang sudah tidak kencang lagi kemudian mengarahkan mukanya pada penisku, semakin lama goyangan tangan ku makin kencang, sampai akhirnya bibiku mengerang ngerang kemudian memasukkan penis pada mulutnya.. ia menggelinjang dan ahirnya dia berteriah “uhhhhhhh,,,,,,” dilepaskannya penisku dan berguling di batu itu, ku belai rambutnya menemani menuruni puncak kenikmatan.
Kemudian kami berdua masuk kembali ke air membersihkan sisa sabun di badan kami.

“ Jangan diulang ya… sekali aja “ katanya sambil mencubit paha depanku
“Ya deh tan,, kalo kuat ya.. tapi kalo lihat tubuh bahenol ini kayaknya aku gak tahan” kucium tengkuk tante sambil mengelusnya, dia membalas “Janji ya, jangan goda aku lagi…” aku diam sambil memeluknya.