Agnes Si Penyanyi Kafe Yang Montok

776 views

Agnes Si Penyanyi Kafe Yang Montok– Malam itu aku dinner dengan rekanku di cafe, Sebuah band tampil menghibur pengunjung cafe dengan musik jazz. Aku memperhatikan sang penyanyi gadis berusia kira-kira 25 tahun. Suaranya memang sangat bagus.

Agnes Si Penyanyi Kafe Yang Montok

Agnes Si Penyanyi Kafe Yang Montok

Gadis ini wajahnya lumayan cantik. Tingginya sekitar 172 cm / 54 kg. Tubuhnya lumayan padat berisi serta ukuran payudaranya sekitar 35B. Kelebihannya ada lesung pipitnya. Tetapi cukup seksi, apalagi suaranya membuat telingaku fresh.

“Para pengunjung sekalian, malam ini saya, Agnes bersama band akan menemani anda semua. Jika ada yang ingin bernyanyi mari kesini di persilakan. Atau jika ingin request lagu boleh juga”

Penyanyi yang ternyata bernama Agnes itu mulai menyapa semua pengunjung Cafe, Sampai kemudian kku melihat ke arah band tersebut Agnes sedang mulai bermain keyboard. Ternyata Agnes bermain solo keyboard sambil menyanyikan lagu juga.

Ternyata bermain sangat bagus, Tiba-tiba aku menjadi sangat tertarik dengan lagu Agnes. Aku menuliskan request lagu serta menulis no HP ku lalu memberikannya melalui pelayan cafe tersebut.

Aku mulai melanjutkan percakapan dengan rekanku yang duduk bareng bersamaku di sebuah cafe, tetapi tak lama kemudian Agnes membaca request lagu serta memanggil namaku, saat ia memanggil namaku dari Bahasa tubuh Agnes menunjukkan bahwa dia ingin tahu dimana aku sedang duduk. Aku mencoba melambaikan tanganku dan tersenyum ke arahnya.

Ternyata posisi dudukku tepat di depan band tersebut, lalu ia mulai menyanyikan sebuah lagu sambil bernyanyi matanya selalu menatapku dan aku pun balik menatapnya. Untuk menggodanya aku mengedipkan mataku. ia sepertinya tersipu malu.

Setelah ia selesai bernyanyi, aku mendengar suara SMS yang muncul di hpku. Ternyata SMS tersebut berasal dari Agnes.

Agnes : Kamu Jodi ya?
Jodi : Hai Aku Jodi. Kamu dimana Agnes?
Agnes : Hai juga Jodi. Aku sedang di belakang di kamar mandi. ada perlu apa ya”? tanyanya
Jodi : Aku tertarik denganmu suaramu yang sexy dan sexy juga penampilanmu, Oh iya pulang dari cafe nanti jam berapa? Aku antar pulang ya ?
Agnes : Jam 11.00 malam. Boleh deh. Tapi kulihat kamu tadi dengan temanmu?
Jodi : Oh dia memang temanku, tapi sebentar lagi dia pulang kok. Bagaimana mau aku antar kamu ?
Agnes : Okay.. Aku tunggu ya !!!
Jodi : Oke deh.

Aku melanjutkan sebentar percakapan dengan temanku, tapi waktu masih menunjukkan 10.18, aku memesan kopi sambil menonton Agnes bernyanyi. Mataku terus menatap matanya sambil sesekali aku tersenyum. Wanita ini menarik perhatianku hingga membuatku ingin mencumbunya.

Tak lama pulanglah kami berdua dengan waktu yang di tentukan, selama di perjalanan aku sengaja menyalakan AC mobil cukup besar sehingga suhu dalam mobil dingin banget. Agnes tampak menggigil kedinginan. Cerita Dewasa

Jodi, ACnya aku kecilin yah? tangan Agnes sambil menekan tombol AC untuk mengecilkan suhu. Reflek saja tanganku segera menahan tangannya untuk memegang lembut tangannya”

Jangan Nes… ini udah dekat rumahmu kan? Aku ngak bisa kepanasan. Suhu segini sedang bagiku.” alasanku.

Aku memang sengaja ingin membuat Agnes kedinginan, dan ternyata Agnes bisa mengerti, sambil ku usap-usap tangannya iapun hanya terdiam saja.

Jodi : Aku pegang ya tanganmu Nes, biar hangat” respownku
Agnes : Ya.. boleh, abis dingin banget AC nya. tapi kamu suka musik jazz juga ya?
Jodi : kalau musik, Aku hampir semua musik suka, Aku juga suka lihat kamu nyanyi sambil main keyboard. Seru banget !
Agnes : Hehehe… Ini pertama kalinya aku main keyboard sambil menyanyi
Jodi : Ini sudah sampai rumahmu, kita turun yuk ! Tinggal dengan siapa?” tanyaku ketika aku masuk ke rumahnya
Agnes : Aku ngontrak rumah ini dengan temanku sesama penyanyi juga di cafe. Tapi dia belum pulang, Mungkin sekalian kencan dengan pacarnya. Tapi Bentar ya Jod, aku mau ganti baju dulu”Balas Agnes,

Agnes masuk kamar untuk mengganti baju, tetapi yang jadi herannya Ia tidak menutup pintu. Sesat dia mengganti baju terlihatlah kemolekan tubuhnya yang seksi itu. Aku coba dekati kamarnya, Benar saja !!! Agnes hanya menggunakan Bra dan celana dalam. Ia menoleh ke arah pintu, Ku kira Agnes akan berteriak terkejut atau marah. Tetapi tidak, dengan santai ia hanya tersenyum manis.

Maaf Nes.. Aku mau tanya WC dimana? tanyaku untuk mencari alasan
Di kamarku ada WC kok Jod, masuk aja ke dalam” Sahut Agnes.

Setelah aku keluar dari kami mandi, Agnes masih belum memakai bajunya, aku berpikir dia pasti ingin menggodaku. Spontan saja aku berkata, kamu belum pakai baju juga Nes malah aku jadi selera lihat tubuhmu? dia hanya tersenyum lagi kepadaku.

Tetapi aku menimbang-nimbang apa yang harus aku lakukan. Aku mencoba mendekati dari hadapan tubuhnya yang seksi itu. Sekarang mukaku dan Agnes saling bertatapan, Tanganku bergerak memeluk pinggangnya, aku berpikir kalau tanganku di tolak maka belum saatnya beraksi. Sontak saja tangan Agnes menepis halus tanganku, kemudian ia berbisik. Aku mau mandi dulu ya Jod ? sahutnya sambil tersenyum.

Ada rasa penasaran bagiku saat penolakannya. Tapi aku tidak menyerah dengan alasannya, langsung saja aku peluk dan gendong ia ke kamar mandi !!!

Eh… eh… Eh… apa-apaan ini ? Balas Agnes dan aku hanya tertawa saja

Kubawa dia ke dalam kamar mandi !!! Biarlah dia marah pikirku, yang jelas aku terus berusaha mendekatinya. Ternyata Agnes malah tertawa saja. Dia malah membalas menyiramku dan kami menjadi basah kuyup. aku mencoba menyandarkannya ke dinding kamar mandi dan menciumn bibirnya.

Agnes membalas ciumanku, Bibir kami saling beradu sungguh nikmat bercumbu di suhu dingin seperti ini, Bibir kami saling berlomba memberikan kehangatan. Tanganku bergerak memegang Bra dan membukanya. Kemudian Agnes juga membuka baju dan celanaku.

Saat ini kami sama-sama tinggal memakai celana dalam. Sambil terus menciuminya tanganku meremas lembut dan merangsang payudaranya. Aku terus mencoba menjilati memek Agnes, tetapi sedikit lendir yang ku dapat darinya, aku jilati terus memeknya yang berwarna cerah dan belahannya pink,

Ahh..hmmm…….sssssssshhhhhhh………shshhhhhhhhhhhh…. Kudengar desahan Agnes. nafasnya mulai tak beraturan. aku perlahan menggesekkan kontolku ke dalam lubang memek Agnes, sambil memandang mukanya, Agnes tersenyum padaku disela merem meleknya. Aku pun senyum puas bisa menempelkan kontolku di lubang memeknya.

Tubuh Agnes kuangkat di atas bak kamar mandi, Cukup sulit bercinta di kamar mandi. karena licin dan tidak bisa berbaring. ia juga mengigit kecil puting dadaku.

ahhhhh…..ahhh……..ahh…… Agnes mulai mendesah lagi saat kugesek belahan memeknya. Kepala kontolku agak menekan itilnya yang menjadi keras,

desahan kecil dari nafas kami saling bergantian membuat alunan musik birahi di kamar mandi. Aku meremas-remas pantat Agnes dan bibirku terus menciumi kedua bibirnya Perlahan juga tanganku merayap ke bagian pinggang, punggung dan bahu Agnes. Kelihatan dari bahasa Agnes sangat menikmati pijatanku.

“Ohh itu bagus Jod” Agnes mengerang.

Jodi : Tetekmu Bulat sekali Nes. Inginku jilat rasanya” candaku
Agnes : Jilat aja kalau suka” bisiknya ke telingaku.

Agrrrh… Badanku bergetar mendapatkan service darinya”

Selang beberapa menit kemudian aku mempercepat goyangan kontolku agar kami agar mendapat kenikmatan yang hebat. Yang begitu unik, vaginanya masih rapat sekali. sehingga aku merasakan selaput daranya tembus oleh penisku .

Ahh…hh.. jerit Agnes yang lama kelamaan suaranya semakin keras.
Terusin Jod.. terus…. fuck me..” ceracaunya.

Ternyata Agnes adalah type wanita yg bersuara keras ketika bercinta. Bagiku ini juga menyenangkan suaranya. tetapi membuatku terpacu lebih hebat menghunjamkan penisku. Semakin lama tempoku makin cepat. Beberapa saat kemudian kami berhenti untuk mengubah posisi kami dan mengatur nafas.

Kali ini posisi kami Doggy style. Kulihat lubang anusnya dengan usil jariku memasuki lubang anusnya,

“Aduhh.. sakit kale.. teriak Agnes” Aku hanya tertawa.
Maaf.. Kupikir enak rasanya” sahutku

Selang beberapa lama kami di posisi Doggy style. Aku merasakan orgasmeku hampir tiba. Aku berusaha keras mengatur ritme dan nafasku.

Jodi : Aku mau nyampe, Nes
Agnes : Ya udah, keluarin di dalam aja. udah lama ngak ngerasain air mani masuk ke dalam”
Jodi : Aku agak mau. nanti kalau kamu jadi hamil gimana? pikirku.
Agnes : Aman Jod. Aku sering minum obat anti hamil kok” Agnes mencoba meyakinkanku.

“oohh.. Aku juga mau hampir sampe nih Jod” desahnya

Saat-saat kenikmatan akan semakin dekat yang membuat saraf-saraf penis menjadi kegirangan !
Crot… Crot… Aku orgasme. sambil kurasakan tubuh Agnes bergetar dan terkejang-kejang mengalami puncak kenikmatan.
“Aarrrrgghh.. yeeaahh” Agnes menyusulku orgasme.

Makasaih banyak Jod, udah lama aku ngak di service. Tetapi kamu berhasil memuaskanku” sahut Agnes

Pujian yang begitu tulus dan aku hanya bisa tersenyum. Aku berpikir, aku hanya berusaha melayani setiap wanita dan memperhatikan kebutuhannya.

Tiba-tiba aku sangat terkejut ketika kamar terbuka. Sial !!! kami tadi lupa kunci pintu, sehingga seorang wanita muncul dan ngak sempat lagi menutupi tubuhku.

Oops.. jangan usah terkejut. Dari tadi aku udah dengar teriakan Agnes. Malah aku udah mengintip kalian di kamar mandi” kata wanita itu. Aku jadi kecolongan tetapi apa boleh buat sudah terlanjur” kulihat Agnes tertawa.

Agnes : Kenalin, dia Febi” teman sekamarku
Jodi : Aku hanya menganggukkan kepala” Hay Febi” sapaku.

Kemudian aku berdiri memakai baju dan celana, karena sudah larut malam juga, aku pamit kepada mereka untuk pulang.